Sabtu, 22 Oktober 2011

Kariage Kun


Kariage Kun adalah manga karya Masashi Ueda yang diterbitkan oleh Futabasha. Manga ini diterbitkan pertama kali di Indonesia oleh Elex Media Komputindo pada tahun 1999 dan masih berlanjut sampai sekarang.
Manga ini bercirikan 4 coma, yaitu manga strip yang setiap ceritanya hanya terdiri atas empat panel. Manga ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Kariage yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta bernama PT Honnyara.
Sebagian besar cerita di manga ini menceritakan kejahilan Kariage dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kadang-kadang berupa kritik sosial mengenai kehidupan masyarakat di Jepang. Terkadang Masashi Ueda juga memasukkan pengalaman pribadinya yang menggelitik ke dalam manga ini. (Wikipedia)
Ini komik yang sangat keren. Saya pertama kali membaca komik ini yaitu ketika setelah meminjamnya kepada Oktaviano. Ini komik yang menggelitik.
Cover Kariage Kun 2

Minggu, 16 Oktober 2011

Mengarang Filosofi

Bulan lalu, saya dan @firdausyanggra berpikir tentang awal terciptanya suatu benda di dunia ini.
Ngerti ga?
Gini nih.. Misalnya gimana kok bisa ya manusia kepikiran untuk membuat korek gas. Atau radio, dll.

Kita berpikiran seperti ini:
1. Pemantik Api

Ya, seperti ini.

Di dalam pemikiran kami, awal terciptanya pemantik api tersebut ketika manusia jaman prasejarah sedang ingin makan, tentu dia membutuhkan api untuk membuat sesuatu. Tapi mereka berpikir bagaimana cara membuat api? Nah! Dari situ tercetuslah ide untuk membuat pemantik api.


Seratus tahun kemudian, seluruh manusia di muka bumi sangatlah kerepotan untuk membuat api. Karena, mereka harus membuat pemantik api terlebih dahulu. Kemudian muncullah seorang anak cerdas yang mengusulkan ide kepada orang tuanya agar mereka tidak perlu repot membuat pemantik api. Ide si anak cerdas tersebut adalah:
"Kenapa kita tidak membuat api dari menggesekkan dua batang kayu saja?".

Ya, betul.
Orang tua si anak tersebut kemudian tercengang melihat anaknya membuat api dengan semudah itu. Warga desa tercengang. Seluruh dunia tercengang.
Dari situlah asal usul pembuatan api dengan menggunakan dua batang kayu.